Ini sebetulnya kisah pribadi, ketika dulu baru sekitar sebulan kenal dengan blog dan saya curhat lewat chatting pada seorang teman namanya Syaiful Hadi, seputar kebingungan saya tentang bagaimana dan apa yang harus saya tulis di blog. Sebelumnya yang namanya blog walking sudah sering saya lakukan, termasuk juga rajin membaca tulisan orang lain seperti tulisan mas Lutvi di bagian Artikel di website CafeBisnis, namun tetap saja bingung, mau copas gak enak, mau menyadur ya rasanya tulisan orang sudah lengkap sekali.

Teman saya itu hanya mengatakan ini: “pak Mufli, kalau mau menulis jangan membaca, tulis saja apa adanya”. Kontan saya jawab, “Eh pak, ini kan saya membaca agar punya pengetahuan tentang menulis”. Dia pertegas lagi begini: “Kalau pak Mufli membaca terus maka kapan akan mulai menulis?, lebih baik berhenti membaca dan mulai menulis sekarang juga, hehe..”. Kemudian chatting curhat kami teruskan. Saya ceritakan banyak sekali keraguan saya untuk mulai menulis seperti takut kalau tulisan kurang bermutu, nanti bagaimana akan malu kalau ternyata pembacanya kritis dan kredibilitas saya turun, dan sebagainya.

Saya tuliskan juga dalam chatting tersebut (kan waktu chatting menulis ya), bahwa keinginan untuk menulis yang keren dan bermutu itu sangat tinggi. Saya tulis juga agar dibaca teman itu bahwa menulis 2 judul sederhana saja (pernah sih mencoba) sudah memerlukan waktu 4 hari. saya tulis juga dan dia menyimak bahwa satu judul memerlukan setidaknya 5 kali edit baru saya senang dengan tulisan saya yang sederhana tersebut. Tak terasa kami sudah chatting tentang tidak bisa menulis tersebut sekitar 1 jam. Dan kata teman saya itu begini: “Pak Mufli, kan waktu chatting ini Anda sudah menulis banyak sekali, sudah lebih dari 1000 kata. Tulis ini saja pak Mufli di blog Anda!”.

Tetap saja saya bingung mau menulis apa, rasanya gak enak menulis tentang pengakuan tidak bisa menulis. Akhirnya tulisan di blog saya ya tetap sedikit, dan artikel tentang tidak bisa menulis ini pun tidak saya muat di blog saya. Baru sekarang saya sadar bahwa teman saya itu benar. Ternyata saya telah banyak menulis waktu chatting itu dan mengapa tidak ini saja yang saya tuliskan.

Ternyata salah satu cara memulai untuk menulis bisa dengan judul Tidak Bisa Menulis itu sendiri. Besok-besok saya akan mencari alasan lagi yang menjadi sebab semakin sulitnya menulis itu, dan akan saya tuliskan lagi, seperti ini. Tapi kok tulisan saya ini sudah panjang sekali, sudah jadi. hehe..

Setelah beberapa bulan mempraktekkan ilmu teman tentang tidak bisa menulis yang kemudian dijadikan tulisan itu saya menjadi sadar bahwa Menulis Memang Formula Manjur Dalam Bisnis Online

Ok teman, itu saja dulu pengalamanku dulu. Terimakasih telah membaca. Semoga bermanfaat.

Best Regards
Mufli
Formula Bisnis Gratis